Cara Tepat Mengelola Sampah Organik dan Anorganik

Cara Tepat Mengelola Sampah Organik dan Anorganik

Diposting pada

Woiden.comCara Tepat Mengelola Sampah Organik dan Anorganik – Sampah rumah tangga menjadi penyebab utama pencemaran lingkungan dan sudah seharusnya kita sadar bahwa ini bisa memicu polusi mengingat banyak masyarakat yang memilih untuk membakar sampahnya. Padahal penting untuk mengelola sampah dengan benar agar tidak membahayakan lingkungan. Kita juga perlu memisahkan sampah organik dan anorganik untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Namun sayangnya, hingga kini masih banyak yang belum mengerti dalam membedakan sampah organik dan anorganik. Padahal kita bisa dengan mudah menemukan beberapa contoh sampah organik maupun anorganik di sekitar kita. Nah untuk lebih memahami perbedaan sampah organik dan anorganik, kali ini kita akan membahas cara tepat mengelola sampah organik dan anorganik. Mari langsung saja simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik

Penting untuk mengetahui perbedaan sampah organik dan anorganik agar pengelolaan sampah bisa lebih mudah. Berikut perbedaan dari sampah organik dan anorganik:

  • Sampah organik merupakan sampah yang mudah membusuk atau terurai kembali ke alam. Sampah ini berasal dari organisme hidup seperti tumbuhan ataupun hewan, memiliki kandungan karbon dan ikatan hidrogen, mudah terbakar secara alami saat terkena panas dan memiliki laju reaksi lebih lambat serta tidak bisa membentuk garam.
  • Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak membusuk dan membutuhkan waktu lama untuk terurai kembali ke alam. Sampah ini berasal dari organisme tidak hidup dan merupakan campuran hasil campur tangan manusia. Berbeda dengan sampah organik, sampah anorganik tidak memiliki kandungan karbon sama sekali, tidak dapat terbakar secara alami, memiliki laju reaksi lebih cepat serta bisa dengan mudah membentuk garam.

Sampah organik mudah terurai, sedangkan sampah anorganik sulit terurai bahkan ada beberapa jenis sampah anorganik yang membutuhkan waktu 500 tahun untuk bisa terurai dengan sepenuhnya. Sehingga sangat penting untuk mengelola sampah organik dan anorganik dengan tepat guna menjaga kelestarian lingkungan hidup. Beberapa contoh sampah organik adalah karton, sisa makanan, buah-buahan, kertas. Sedangkan contoh sampah anorganik adalah kaca, kertas kaca, keramik, logam, styrofoam, kaleng alumunium.

Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik

Cara Tepat Mengelola Sampah Organik dan Anorganik

Sampah organik dan anorganik pun memerlukan cara pengelolaan yang berbeda, seperti berikut ini.

BACA JUGA  Susu Syaraf Kejepit (Susu Colostrum), Pulihkan Saraf Kejepit Secara Alami

1. Sampah Organik

Pengelolaan sampah organik lebih mudah karena sampah dapat terurai secara alami dan selain dapat dibuang melalui TPA atau Tempat Pembuangan Akhir sampah organik juga bisa kita daur ulang dengan beberapa cara berikut:

  • Untuk sampah produk kertas bisa digunakan kembali atau dijadikan bahan baku kertas.
  • Untuk sisa makanan bisa kita berikan atau jadikan makanan hewan.
  • Bisa juga kita olah menjadi pupuk kompos atau produksi biogas.

2. Sampah Anorganik

Sementara itu, untuk sampah anorganik yang sulit untuk terurai maka kita tidak disarankan untuk membuangnya sembarang, membakar ataupun menguburnya di tanah yang akhirnya dapat mencemari lingkungan. Berikut ini beberapa cara mengelola sampah anorganik:

  • Seleksi sampah yang bisa kita gunakan kembali, contohnya toples selai untuk kemudian kita jadikan tempat pensil atau penyimpanan bahan makanan lain.
  • Pisahkan juga sampah anorganik berdasarkan jenis dan buang melalui bank sampah yang tersedia.
  • Sampah anorganik seperti plastik, ban, kaca, fiberglass dan komponen aluminium bisa kita bawa ke pabrik produksinya untuk kemudian diolah kembali menjadi produk baru.

Dengan mengelola sampah organik dan anorganik secara tepat tentunya bisa mengurangi pencemar lingkungan karena limbah sampah berkurang. Hasilnya pun lingkungan akan lebih bersih, sehat serta terbebas dari berbagai macam penyakit terkait sampah. Bahkan sampah yang didaur ulang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila kita mengelolanya dengan benar dan tepat.

Akhir Kata

Demikianlah ulasan kali ini mengenai cara tepat mengelola sampah organik dan anorganik. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi tambahan informasi untuk kita semua guna menjaga kelestarian lingkungan.