Pada dasarnya ada banyak hal yang menjadi alasan seseorang mengajukan pinjaman ke jasa penydia atau bank konvesional secara kredit. Misalnya saja ketika ada kebutuhan mendesak yang mengharuskan orang tersebut merealisasikan kebutuhan tersebut disaat finansial dalam kondisi tidak memungkinkan. Maka dengan mengajukan pinjaman bisa menjadi alternatif yang bisa mereka lakukan.

Saat ini sudah sangat banyak jasa penyedia pinjaman yang mekanisme pengajuannya tergolong mudah. Apalagi di era modern saat ini yang mulai beredar pinjaman online yang hanya bermodalkan KTP dan NIK untuk seseorang dapat melakukan pinjaman, bahkan melalui submit online sekalipun yang biasanya disebut dengan pinjaman online.

Diluar dari banyaknya kemudahan pinjaman yang beredar saat ini, tentu siapapun itu perlu memerhatikan banyak hal sebelum mereka mengajukan pinjaman. Hal ini sangat penting untuk menghindari suatu hal yang tidak diinginkan pada saat tiba masa pembayaran. Cukup banyak penyedian jasa pinjaman yang menawarkan iming-iming awal bagi calon konsumen. Namun pada akhirnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Tentu hal seperti ini bisa menjadi kerugian untuk kedua belah pihak. Bahkan bisa menjadi jebakan tersendiri untuk mereka yang mudah tergiur mengajukan pinjaman disaat sebelum memerhatikan beberapa poin penting. Nah dibawah ini akan dijelaskan mengenai 3 hal yang mungkin bisa menjadi acuan Anda sebelum mengajukan pinjaman atau kredit konvesional melalui bank untuk tetap membuat Anda aman dan nyaman kedepanya.

Besaran Bunga Dan Biaya Lainnya

Hal paling utama yang biasanya diperhatikan oleh orang-orang yang ingin mengajukan pinjaman adalah besaran bunga dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayarkan pada saat jatuh tempo pembayaran nantinya.

Segala biaya yang harus dibayarkan harus Anda rincikan secara detail untuk menjamin Anda tidak kewalahan saat harus melunasi pinjaman Anda.

Sebelum Anda mengajukan pinjaman dari jasa penyedia yang Anda tuju, pertama ajukan pertanyaan ke pihak terkait atau cari informasi detail mengenai biaya-biaya lain yang harus dibayarkan nantinya. Misalnya biaya administrasi, biaya layanan, dan sebagainya. Ini agar tidak ada biaya-biaya yang mengejutkan Anda diakhir pembayaran.

Selain itu, pastikan bunga yang harus dibayarkan. Jika memungkinkan Anda bisa merinci sendiri dengan beberapa Cara Menghitung Bunga Pinjaman. Sebab tidak menutup kemungkinan ada biaya tambahan tersembunyi yang bisa Anda temukan dari perincian sendiri yang Anda lakukan.

Kredibilitas Penyedia Jasa Pinjaman

Poin penting lainnya adalah memastikan bahwa jasa penyedian pinjaman yang Anda tuju adalah perusahaan atau penyedia yang benar-benar dapat dipercaya dengan memiliki krediblitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Paling dasar yang umumnya diperhatikan untuk memastikan bahwa penyedia tersebut aman untuk Anda, adalah meninjau apakah penyedia, perusahaan, ataupun platform tersebut sudah terdaftar secara resmi melalui Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Jika Anda perlu keyakinan lebih. Maka Anda bisa memilih untuk jasa penyedia atau perusahaan yang berada dibawah sebuah organisasi atau asosiasi seperti AFPI, IFSA, atau sebagainya.

Meskipun jasa penyedia mungkin sudah terdaftar dari beberapa kriteria tersebut, bukan berarti penjamin bahwa perusahaan tersebut benar-benar paling aman dan nyaman dari semua jasa penyedia pinjaman. Perlu Anda perhatikan pula bagaimana kesan dan pesan serta testimoni asli berdasarkan pengalaman dari beberapa customer penyedia jasa tersebut.

Jangka Waktu Atau Tenor Pembayaran

Setelah menetapkan kedua poin yakni kredibilitas dan biaya pembayaran dari salah satu jasa penyedia pinjaman. Selanjutnya, tentukan tenor atau tempo pembayaran. Jangka waktu yang pembayaran ini tidak kalah penting. Sebab hal ini bisa menjadi penentu kesanggupan Anda dalam membayar tagihan pinjaman nantinya.

Tentu Anda tidak ingin kewalahan untuk dapat melakukan pelusanan. Maka selain melihat berapa besaran pembayaran yang harus dilakukan, Anda juga perlu melihat kapan jangka waktu harus membayar. Sebaiknya tidak mengandai-andai kapan Anda dapat membayar tagihan pinjaman. Sebab mengandalkan pengharapan waktu bisa saja tidak semulus yang Anda rencanakan diawal.

Maka untuk menghindari Anda untuk masalah besar, lihat pula masa tunggakan atau denda untuk antisipasi jika memang benar-benar Anda harus mengalami masa tersebut. Namun tetap Anda tidak disarankan untuk melakukan tunggakan untuk sebuah pinjaman yang telah dilakukan, terkecuali untuk alasan finansial tertentu.