Smartphone yang cepat penurunan kinerja daya seperti baterai yang boros atau cepat habis dalam beberapa saat. Itu biasanya disebabkan oleh banyak faktor. Jika Anda sering salah menggunakan smartphone Anda, itu bisa berakibat pada kerusakan ic power maupun fisik baterai yang menurun.

Sayangnya apabila baterai Android Anda benar-benar disebabkan oleh kerusakan internal dari mesin atau fisik baterai. Cara mengatasinya hanyalah dengan mengganti perangakat yang mengalami kerusakan tersebut.

Tapi yang perlu Anda ketahui sebelum mencoba mengganti sparepart yang Anda curigai mengalami kerusakan. Ada baiknya Anda mencoba beberapa metode untuk mengatasi baterai android yang boros karena penyebab software atau kondisi penggunaan smartphone Anda saat itu.

Lebih jelasnya berikut adalah 11 cara mengatasi atau mencegah baterai android yang boros dan cepat habis dalam waktu singkat.

Menutup Aplikasi System Yang Tidak Digunakan

Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah aplikasi atau system apa saja yang sedang jalan di latar belakang Android Anda saat itu. Beberapa kasus, pengguna Android mengalami penurunan daya baterai saat mereka tidak mengetahui telah menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan dalam waktu yang cukup lama.

Jadi coba lihat program atau aplikasi apa saja yang menyita banyak daya baterai perangkat. Caranya arahkan ke menu “Setelan” atau “Settings” -> “Battery” atau “Baterai”. Di laman ini Anda akan melihat aplikasi apa saja yang sedang dijalankan serta berapa persen penggunaan masing-masing aplikasi sedang berjalan. Disini Anda bisa memutuskan untuk menghentikan paksa aplikasi itu atau tidak.

Jika smartphone Anda tidak memiliki fitur ini, Anda bisa mengawasi penggunaan aplikasi di latar belakang melalui “Setelan/Settings” -> “Application/Aplikasi” atau “Program Management/Pengelola Aplikasi” -> “Running”. Dari sini Anda bisa melihat daftar aplikasi atau system yang sedang berjalan di latar belakang.

Anda bisa menutup beberapa aplikasi atau system yang Anda anggap tidak penting atau tidak ingin lagi Anda jalankan untuk sementara waktu. Caranya dengan memilih aplikasi yang dituju, kemudian pilih “Force Close”, “Paksa Berhenti” atau “Tutup Paksa”.

Mengawasi Kinerja Baterai

Pada beberapa perangkat seperti Samsung ataupun di Android versi 7.0 Nougat keatas. Anda bisa mengawasi atau melihat daftar aplikasi atau jumlah pengguna daya baterai beberapa waktu belakangan.

Dari tampilan grafik  yang disediakan Anda bisa melihat seberapa drastic penurunan penggunaan baterai perangkat Anda. Jika Anda melihat grafik menunjukan penurunan daya yang tidak wajar, maka patut dicurigai bahwa perangkat Anda mengalami kerusakan internal.

Untuk membuka jendela pengawasan baterai, bisa melalui “Setelan/Settings” -> “Battery/Baterai”. Namun jika perangkat Anda tidak memiliki fitur ini. Anda bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga yang memiliki fungsi Battery Monitor. Aplikasi semacam ini bisa Anda unduh melalui tautan Google Play Store berikut secara gratis.

  • https://play.google.com/store/search?q=Battery%20Monitor&c=apps

Setelah aplikasi terinstal, dibutuhkan beberapa hari untuk mengumpulkan data tentang pengguna baterai smartphone Anda. Setelah itu, ini akan memberi gambaran mengenai berapa banyak baterai yang digunakan perangkat Anda. Sehingga bisa mendeteksi kesalahan apa yang terjadi di perangkat Anda.

Mengganti Dengan Baterai Baru

Jika smartphone Anda sudah tergolong lawas. Maka ada kecenderungan baterai yang mulai mengalami penurunan atau drop. Ini sangat wajar terjadi ketika perangkat telah dilakukan pengecasan hingga beberapa kali selama penggunaan.

Untuk masalah ini, salah satu solusi paling ampuh adalah dengan mengganti baterai yang baru untuk tipe perangkat Anda. Namun kembali lagi bahwa jangan sesekali menggunakan baterai kualitas buruk atau palsu, sebab itu bisa malah memperburuk kinerja mesin dan IC mesin lainnya dalam perangkat Anda.

Waspadai Penggunaan Alat Charger Rusak

Jika Anda mengalami penurunan baterai saat menggunakan charger atau kabel cas yang baru Anda beli atau yang Anda pinjam. Patut Anda waspadai bahwa mungkin chargeran itulah yang memengaruhi baterai Anda sehingga cepat habis atau boros.

Beberapa perangkat chargeran yang sudah lawas, biasanya sudah tidak dapat mentrasmisikan tekanan listrik yang maksimal. Sehingga berdampak pada indicator perangkat yang membaca bahwa pengisian daya sudah penuh, walaupun tak kasat mata aslinya belum terisi penuh. Ini juga biasa terjadi ketika Anda menggunakan kabel charger butut yang memiliki banyak plesteran atau sambungan-sambungan kabel.

Melakukan Kalibrasi Baterai

Cara melakukan kalibrasi baterai sudah dijelaskan sebelumnya pada artikel woiden yang lainnya. Pada kasus ini biasanya akan membuat indicator persenan baterai di perangkat yang Nampak itu tidak sesuai dengan isi daya baterai yang sebenarnya tersisa di dalam baterai.

Ini biasanya terjadi ketika baterai dan smartphone yang digunakan sudah cukup tua. Gejala-gejala seperti ini rentang terjadi. Solusinya adalah dengan melakukan kalibrasi atau refresh isi baterai agar perangkat bisa mendeteksi dengan baik sisa baterai yang sebenarnya. Caranya bisa dilihat pada artikel woiden berikut ini:

Menutup Aplikasi Google Play Services

Ini berkaitan dengan langkah pertama dimana aplikasi seringkali mengambil banyak peran penggunaan baterai perangkat. Sehingga ini akan membuat sisa baterai perangkat Anda akan terasa lebih cepat terkuras. Untuk itu, jika Anda tidak sedang menggunakan Google Play Service, Anda sebaiknya menonaktifkan atau menutup paksa aplikasi Play Service ini untuk sementara waktu.

Google Play Service biasanya menggunakan lebih dari 5 system proses sekaligus ketika Anda ingin memainkan game online di Android. Tentu ini member dampak besar pada pengguna baterai dan terlebih pada RAM perangkat Anda.

Cara menutup paksa dengan mengarahkan ke “Setelan/Settings” -> “App Manager/Aplikasi” -> “All/Semua” -> Pilih “Google Play Service” -> “Paksa Berhenti/Tutup Paksa/Force Closed”.

Nonaktifkan Auto Brightness/Kecerahan Otomatis

Jangan salah ketika Anda menggunakan fitur auto brightness atau kecerahan layar otomatis. Itu bisa membuat smartphone Anda menguras baterai lebih banyak. Sebab ini membuat fitur Sensor Proximity atau Sensor Ambient terus diaktifkan selama penggunaan.

Sensor inilah yang akan mendeteksi kecerahan cahaya di lingkungan sekitar Anda untuk memungkinkan perangkat Android Anda menyesuaikan kecerahan layar secara otomatis.

Maka dari itu, jika Anda tidak benar-benar kesulitan membaca layar yang gelap atau tidak mengalami gangguan penglihatan. Sebaiknya menyesuaikan layar ke tingkat yang efektif. Dimana menurunkan kecerahan ke tingkat yang paling redup saat malam hari atau lingkungan yang gelap.

Mempersingkat Waktu Redup (Sleep Time) Layar

Layar smartphone biasanya akan otomatis meredup apabila layar tidak tersentuh selama waktu yang ditentukan. Ini membantu untuk menghemat baterai karena tidak akan membuat perangkat aktif terus menerus.

Beberapa pengguna tidak mementingkan hal ini, bahkan beberapa pengguna menyesuaikan pengaturan redup otomatis hingga 10 menit lamanya. Ini tentu terlalu lama untuk membuat layar meredup. Karena 9 menit saja itu bisa menguras 0.2% – 5,01% daya baterai (tergantung kapasitas dan perangkat) saat aktif terus menerus dalam waktu yang lama ini.

Jangan Menggunakan Perangkat Saat Melakukan Pengisian Daya Baterai

Salah satu hal paling penting yang harus Anda camkan untuk dapat membuat perangkat Anda jauh lebih hemat menggunakan baterai adalah dengan tidak menggunakan atau memainkan smartphone saat sedang proses pengisian atau pengesan baterai.

Ini tidak hanya akan merusak perangkat atau mempercepat jangka usia baterai Anda. Namun juga akan membuat optimasi pengisian daya hingga ke titip maksimal tidak akan tercapai. Ini karena tenaga daya yang masuk dan keluar berjalan dalam waktu yang sama.

Berhenti Menggunakan Perangkat Saat Overheating atau Memanas

Perangkat biasanya akan terasa panas atau hangat ketika digunakan terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Ini umumnya terjadi ketika Anda memainkan game online di perangkat Anda dalam waktu berjam-jam lamanya.

Ini tidak akan merusak usia mesin atau perangkat smartphone secara internal. Namun akan menguras baterai lebih cepat dari biasanya. Ini bahkan bisa membuat baterai bocor ataupun drain battery untuk jangka tertentu.

Beberapa saat Anda perlu mengawasi suhu atau temperature smartphone Anda dengan melakukan panggilan dial ke no berikut ini:

  • *#*#4636#*#*
  • *#0228#
Klik Gambar Untuk Perbesar

Lakukan panggilan dial dan pilih Status battery. Dari menu ini Anda akan melihat sisa suhu atau temperature baterai Anda saat itu. Suhu baterai yang normal adalah 25°C – 40°C. Lebih dari itu, maka Anda sebaiknya berhenti sejenak menggunakan ponsel Anda. Selebihnya mengenai cara mengatasi Android yang cepat panas bisa Anda lihat pada artikel woiden berikut ini:

Gunakan Mode Hemat Daya (Power Saving)

Salah satu fitur bawaan yang bisa digunakan oleh pengguna Android adalah mode power saving atau hemat daya. Fitur ini bisa diaktifkan tanpa harus menginstall aplikasi pihak ketiga tambahan apapun.

Caranya Anda cukup mengarahkan ke “Setelan/Settings” -> “Baterai/Battery” -> “Power Saving” -> “Enable/Aktifkan”.

Kesimpulan

Itulah 11 cara mudah dan cepat terlengkap yang pernah ada di internet untuk mengatasi baterai android yang boros dan cepat habis. Ini juga berlaku pada smartphone atau HP Android yang terindikasi mengalami baterai bocor.

Lebih jelasnya jika Anda mengalami masalah terhadap baterai Anda atau mungkin ada pertanyaan lainnya. Silahkan berkomentar melalui kolom yang disediakan dibawah ini.